Advertisements

3 Tool Pendukung Yang Wajib Digunakan Webmaster Pemula

Seperti yang diketahui, pesatnya perkembangan teknologi akhir-akhir ini berdampak pada pengguna internet yang semakin hari semakin membludak. Hal ini bisa dilihat secara umum dari sisi pengguna yang semulanya hanya bisa dinikmati oleh mayoritas orang dewasa dan itupun dari kalangan tertentu saja, namun dewasa ini teknologi tak hanya dikonsumsi oleh kalangan menengah keatas melainkan sudah bisa dinikmati juga oleh menengan kebawah.

Dampak dari perkembangan teknologi tersebut secara individu bisa menghasilkan dua manfaat, pertama pengguna bisa mendapatkan sisi positifnya dan kedua tentu saja lawan kata dari positif yakni negatif. Namun dalam artikel kali ini kita akan membahas sedikit dari begitu banyak sisi positif yang bisa dipetik dari perkembangan teknologi yang begitu pesat, akan tetapi tentu saja hal ini akan berbading lurus dengan banyaknya muncul kompetitor-kompetitor yang harus di waspadai.

Sebelum beranjak ke point inti, sebagai gambaran kita akan mengutip sedikit fungsi dari Webmaster. Webmaster adalah sebutan bagi mereka yang menggeluti dunia website yang biasanya secara umum bertugas untuk memastikan bahwa website yang mereka takeover baik dari perangkat keras, perangkat lunak ataupun jaringan dalam website bisa berjalan sesuai dengan rule yang telah mereka ciptakan, tetapkan dan atau kembangkan. Disisi lain, Webmaster juga merupakan pelaku bisnis yang memanfaatkan media online untuk tujuan menjual produk atau jasa.

Nah, sebagai Webmaster profesional tentu saja 3 tool yang akan dipaparkan pada kesempatan ini tidak begitu menarik untuk dicoba atau bahkan mereka sudah tidak menggunakan teknik ini lagi, namun bagi webmaster pemula dengan modal pas-pas-an pastinya akan sangat membantu mereka untuk bisa bersaing di dunia website. So, apa saja tool tersebut? berikut kami sajikan :

1. Fitur Plugin Jetpack, CDN Premium Untuk Yang Suka Gratisan

Bagi Webmaster senior maupun junior tentu saja plugin ini sudah tidak asing lagi bagi mereka. Faktanya sebagian besar hampir 70% webmaster dari media online ternama mengunakan platform WordPress sebagai CMS website mereka dan menggunakan plugin Jetpack untuk melengkapi dan memudahkan dalam menganalisa kinerja dan tenik-teknik yang telah diterapkan pada website yang dikelola. Sebagai contoh, untuk meminimalisir penggunaan beban server dalam sebuah website para webmaster biasanya memanfaatkan fitur-fitur dalam plugin Jetpack, salah satunya yaitu fitur PHOTON yang berfungsi untuk meringankan dan mengurangi penggunaan bandwidth yang terbatas pada web hosting khususnya shared hosting.

Fitur Photon pada plugin Jetpack

Fitur Photon pada plugin Jetpack (sumber : photon)

Fitur Photon sendiri berfungsi untuk membantu webmaster meringankan beban load image yang terlalu besar pada webhosting dengan menggunakan teknik cloud hosting milik wordpress. Proses kerjanya pun tidak jauh berbeda dengan teknik CDN, akan tetapi Photon lebih fokus pada image dan tekniknya pun sederhana yakni dengan meng-grab semua image yang ada dalam webshoting dan dilempar ke jaringan konten WordPress.com yang sudah disediakan.

Hal ini sangat berpengaruh pada kecepatan proses loading suatu website, namun kembali lagi, semuanya tergantung dari teknik masing-masing seorang Webmaster dalam mengelola website. Selain fitur Photon pada plugin Jetpack, ada puluhan lagi fitur yang bisa dimanfaatkan untuk mempercepat proses loading website khususnya yang menggunakan paltform WordPress, dan jika dibahas satu per satu itu akan membutuhkan waktu yang lama untuk mengulasnya. Jadi nantikan artikel selanjutnya yang membahas khusus tentang fitur Plugin Jetpack.

2. WP Super Cache, Tool Sederhana Setara Teknik Webmaster Profesional

Selain Plugin Jetpack yang dikhususkan untuk pecinta platform WordPress, kali ini ada satu lagi plugin yang bisa membantu para webmaster junior untuk bisa bersaing dengan kompetitor dibidang kecepatan loading situs yang mereka kelola, khususnya untuk Webmaster yang menggeluti dunia E Commerce. Yup, dari namanya saja tentu kita sudah bisa menilai apa fungsi dari Plugin tersebut.

WP Super Cache

WP Super Cache (sumber : WP Super Cache)

Sedikit intermezo yang diambil dari Wikipedia, Cache dalam Teknologi Informasi merupakan mekanisme penyimpanan data skunder yang mempunyai kecepatan tinggi untu menyimpan data dan atau instruksi sementara yang sering diakses.

Nah dari kutipan diatas tentu sangat jelas fungsi dari Cache itu sendiri yakni menambah kecepatan loading sebuah situs dengan menggunakan teknik penyimpanan sementara yang diakses dari memori cache tanpa terkoneksi lansung dengan database sebuah website, namun dengan catatan selama data yang diakses user tidak menimbulkan instruksi untuk mengakses ke database langsung. Cara penggunaannya pun sederhana dan tidak memerlukan pemahaman yang mendalam tentang ilmu cache namun tetap membutuhkan sedikit teknik. Jadi jika berminat, reques saja tutorial atau jasanya disini.

3. CloudFlare, Gratisan Tapi Rasa Premium

Bergeser sedikit dari dunia Plugin. Pada point terakhir ini pembahasannya akan sedikit keluar dari wadah internal Platform WordPress namun tetap bisa di integrasikan dengan CMS WordPress. Seperti yang sudah di singgung pada point pertama yaitu Plugin Jetpack dengan fitur Photon yang berfungsi layaknya CDN, kali ini kita akan mengulik secuil dari Layanan CDN itu sendiri yakni CloudFlare.

CloudFlare gratis rasa premium

CloudFlare gratis rasa premium (sumber : CLoudFlare)

Sebagai gambaran, CDN atau Content Delivery Network merupakan sistem terdistribusi server yang tersebar diberbagai data center di internet yang berfungsi untuk menyediakan dan memberi konten yang cepat kepada end-user, dan pada umumnya konten yang tersebar merupakan konten statis.

Nah untuk memaksimalkan fungsi gratis dari CloudFLare ini sebetulnya tidak begitu rumit, hanya saja membutuhkan sedikit modal karena CloudFlare hanya bisa digunakan pada Domain TDL karna pada konfigurasinya membutuhkan akses ke panel domain untuk menyesuaikan Name Server yang diberikan oleh CLoudFlare ketika register.

Lantas apa point dari fungsi ketiga tool webmaster diatas?. Jawabannya hanya satu “Menghemat penggunaan Bandwidth, Ram, dan CPU”, karena dalam ilmu website pada dasarnya Webmaster membutuhkan spesifikasi space hosting atau VPS yang besar untuk bisa menampung user online yang banyak. Intinya semakin banyak pengunjung suatu website dalam kurun waktu yang bersamaan, maka semakin besar pula kebutuhan kapasitas server untuk menapung user online tersebut.

Sebagai catatan, dengan mengkombinasikan ketiga tools atas dan diterapkan pada paket hosting personal (standar) sebanyak 1.500 user online per menit bisa ditampung. Tidak percaya? buktikan saja dan selamat mencoba..!!!. Namun bila anda gagal, jangan ragu untuk kembali kesini dan mendiskusikan hal tersebut atau bisa Mention saya via Facebook Didik Suharjana.

Advertisements

Leave a Reply