Advertisements

Tips Ampuh Untuk Content Writer Agar Kariernya Melesat Naik

Memasuki dunia kerja, apalagi di bidang kreatif seperti content writer memang ada tantangannya tersendiri. Berbeda dengan jadi pegawai negeri atau kantor formal, kamu nggak perlu pake seragam apalagi ribet hormat sama atasan. All you need is work hard and smart.

Tapi, kalo udah jadi content writer, masa seumur hidup mau jadi pejuang keyboard alias nuliiis melulu. Yakali bosen lah…trus mutung. Eitttssss di bidang kreatif juga jenjang kariernya keleeesss #sokgaul đŸ˜€

Logika sederhananya, kamu punya manager kan di kantor? Lah menurut lo ajaaa itu dia lahir langsung jadi manager? Big no! Atasan-atasanmu di kantor juga awalnya dari nol, sama aja. Bedanya, mereka bisa naik jabatan sedangkan yang lainnya enggak.

Nah, gimana sih caranya biar bisa punya karier yang melesat naik gitu? First rules of everything: kissing your bosses ass doesnt work! Alias elo mau ngejilat kayak apapun, kalo kerjaanmu jelek ya ngga bakalan bisa. That’s why, tampang dan pinter bicara aja nggak cukup, shay!

Trus kudu ngapain dong biar punya karier bagus dan gaji naik terus? Nih aku bagi rahasianya, jangan bilang siapa-siapa ya! :p

Kerja Keras dan Cerdas

Kamu tahu meme yang isinya fotonya Mark Zuckerberg dan tulisannya begini?

Tahun sekian, Zuck mengundang sekian temannya ke kamarnya untuk kembangin Facebook. Hanya 3 yang datang dan mereka sekarang punya harta sekian milyar dollar.

Essensinya? Dalam perspektifku, 3 orang itu adalah mereka yang mau kerja keras dan cerdas melihat peluang. Mereka tahu siapa Zuck, mereka punya pandangan kalau Harvard Connection alias Facebook bakalan punya masa depan menjanjikan. Start from those moment, mereka total untuk membuat start up ini terwujud sesuai dengan yang digambarkan Zuck di jendela asramanya, belasan tahun silam.

Gitu juga dengan bekerja sebagai content writer. Pahami dulu, apakah kantor tempatmu bekerja memberikan peluang untuk naik jabatan? Apakah chancenya besar? Jika iya, go for it. Selesaikan semua task dengan benar dan sesuai deadline. Jangan lupa untuk memberikan output yang maksimal dan terbaik. Dengan begitu, managermu akan melihatmu sebagai sosok yang nggak cuma datang-kerja-pulang. But you have something that someone else dont have it: beyond quality.

Think 100 Step Forward

Logika paling sederhana dari poin ini: ketika orang lain malam hari berpikir “besok pagi sarapan apa” maka kamu udah mikir “bulan depan target apa saja yang harus aku capai?”. Penting banget nih, ketika yang lain melangkah 10 langkah ke depan, kamu udah berlari 100 langkah lebih jauh.

Caranya juga sebenernya nggak susah kok. Show up yourself, tapi bukan sok pamer. Perlihatkan kalau kamu punya passion tinggi di bidang yang kamu kerjakan dan kamu bisa berpikir dengan jangkauan lebih luas daripada teman sekantormu yang lain. Misalnya nih saat managermu kasih task yang kamu belom pernah kerjakan sebelomnya, jangan langsung ngeluh gitu aja.

Justru kamu harus seneng karena ini arena baru untuk kamu mengasah kemampuan. Ketika kamu dikasih load kerjaan makin berat, maka sebenarnya itu kamu lagi dicoba, bisa nggak sih ngerjain sesuatu yang kelihatannya nggak ‘selevel’ sama kamu yang sekarang?

Jangan Ngerasa Sombong

Saat kamu udah bisa menguasai banyak hal jauh di bawah rekan-rekanmu, jangan pernah sombong apalagi berasa paling oke. Stay professional, okay! Segala hal yang kamu lakukan, harus fokus pada tujuanmu untuk mendapatkan karier yang lebih baik. Tetap berpijak ke tanah, dan terus melakukan yang terbaik.

Semakin kamu low profile dan bersikap biasa, kamu membuktikan kalau kamu bisa mengendalikan ego dan sifat narsisme. Ini penting lho apalagi kalau kamu udah punya team dan kamu jadi manager atau jabatan yang lebih tinggi lagi. Bisa mengayomi dan juga merangkul banyak orang juga jadi poin penting.

Terus Upgrading Diri

Ini yang selalu aku usahakan tiap hari, yaitu makin berkembang. Jangan sampai kemampuan stuck di situ-situ aja. Kalau kita nggak nambah ilmu, maka bakalan didahuluin alias disalip sama yang lain. Gimana mau punya karier yang oke kalo hal yang dikuasain nggak banyak?

So? Jangan pelit waktu untuk belajar hal-hal baru. Jangan sungkan buat cari ilmu, termasuk dengan memperluas koneksi. Banyak kenalan, banyak orang yang bisa diajak diskusi. Dengan begitu, isi otak makin banyak, dan penuh dengan pengetahuan yang kamu butuhkan.

Learning is neverending process, alias nggak ada habisnya. Kalo udah jadi manager, harus terus belajar biar bisa naik general manager, gitu terus sampai bisa di posisi puncak atau bahkan kamu yang jadi CEO. A big achievement start from one step. Don’t stop!

Advertisements

Leave a Reply