Advertisements

Tidak Semua Keinginan Harus Terpenuhi

Ambisi bisa jadi hal positif dan kadang bisa jadi hal negatif buat hidup kita, tapi ketahuilah bahwa manusia butuh untuk berambisi. Jika tidak ada ambisi tentang sesuatu maka semangat untuk mengejarnya cenderung kurang bahkan tidak ada. Namun demikian tidak semua dari ambisi kita harus terpenuhi, seperti cerita saya berikut ini.

Hidup dalam kondisi miskin memang sangat memilukan tapi tidak perlu diratapi, cukup jadikan sebagai bahan motivasi saja. Saya bisa menuliskan kalimat ini karena memang demikian yang saya jalani.

Setiap musim durian datang saya selalu menahan keinginan karena hal tersebut tidak mungkin untuk direalisasikan karena buah durian dizaman itu bagi saya adalah buah premium dengan harga yang cukup menguras tabungan. Bukan menguras kantong ya, tapi tabungan. Wal hasil jika tetangga membeli durian dan pasti tercium aromanya dari gubuk kami. Keesokan hari biasanya saya menunggu mereka membuang kulit dan bijinya. Dari tempat sampah tetangga itulah saya membayangkan rasa durian dari aroma yang masih sangat kuat. Bayangan rasa itu akan terealisasi dengan merebus biji durian dan saat itu saya berasumsi bahwa rasa durian mirip seperti rasa bijinya yang gurih dan berlendir itu. Belakangan saya baru tau rasa pastinya.durian

Pertama kali saya makan buah durian adalah ketika saya kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah (SD) dan itu bukan beli sendiri melainkan dikeroyok 3 orang. Saat itu saya masih jadi tukang parkir malam hari di wartel saparua indah dekat masjid jami’ Praya. Sejatinya orang yang mengajak membeli ini punya uang untuk membeli sendiri tapi karena saya akan ikut makan maka diajaklah untuk patungan. Yang ngajak buat beli ini namanya Hus baru punya anak 1 dan punya kios. Saya pikir harga duriannya akan diluar batas dan merasa minder saat itu, pasalnya uang hasil parkir hanyalah Rp1500. Syukurnya durian yang akan dibeli itu Rp5000 kemudian dibagi 3, saya kebagian mengeluarkan uang 1500, teman yang satunya Rp1500 dan si paman Hus ini 2000.

Setelah mengetahui rasa daging durian, saat itu dalam hati saya langsung mengatakan suatu saat saya akan beli 1 karung kemudian saya makan sendiri. Bergumam buat beli duren 1 karung sambil menelusuri jalan pulang sepanjang -+ 1km malam itu sampai keesokan harinya saya masih terngiang. Sejak saat itu pula saya berhenti untuk merebus biji durian karena sudah tidak penasaran lagi dengan rasanya.

Tidak Semua Keinginan Harus Terpenuhi

Malam itu tidak pernah bisa saya lupakan meski kadang ingin saya lupakan karena cukup memilukan. Sampai pada titiknya saya punya sedikit rezeki dan rasanya ingin memenuhi keinginan terpendam buat beli 1 karung dan malah kelewat batas saya mau beli durian 1 truk. Setelah saya pikir kembali rasanya kok keinginan tersebut sangat konyol dan saya belajar kembali bahwa tidak semua keinginan harus terpenuhi. Saya mesti pandai buat memilah mana yang harus dipenuhi dan mana yang harus dihiraukan.

Begitulah sepenggal kisah hidup dan saya belajar tentang banyak hal dari kisah ini. Alih-alih mau beli durian 1 truk atau merebus biji durian lagi, sekarang saya mau menanam biji duriannya biar suatu saat anak cucuku bisa menikmatinya.

Advertisements

Leave a Reply