Advertisements

Pentingnya Ilmu Manajemen Dan Seorang Mentor

Catatan ini untuk diri sendiri dan dipublish public agar orang lain tidak jatuh pada lobang yang sama dengan saya.

OPEX VS MARKETING

Pelajaran pertama yang saya dapat dari Ko Natali Ardianto adalah jangan kasih beban lebih dari 50% pada OPEX. Lebih baik persentase besar di marketing. Jika sewaktu-waktu kamu dapat kendala pada keuangan maka yang dipangkas adalah budget marketingmu tanpa menggangu salary dan segala macamnya.
Selain nasihat saya dikirimi sampelnya pula. Saya sangat memahami maksud nasehat yang sangat bagus ini. Namun, setelah mulai evaluasi budget kantor saat itu, Rasanya sangat mustahil OPEX lebih besar dari marketing. Dari sini saya menyadari bahwa saya telah melakukan kesalahan yang sangat mendasar dan telah berlangsung selama lebih dari 2 tahun. OPEX sudah terlanjur besar terutama pada gaji, hal yang tidak mudah untuk dipangkas.

OPEX VS COGS

Nasehat kedua datang dari Ko Mikhael Gaery Undarsa, Beban OPEX jangan terlalu tinggi lebih baik bebannya pada COGS. Sejurus dengan maksud yang ditekankan Ko Natali Ardianto. Penjelasan yang saya dapat dari Ko Gaery Undarsa sangat detail. Namun sayang, saya hanya memahami makna jangka pendeknya saja tanpa meresapi maksud dan tujuan jangka panjang. Padahal tujuan jangka panjang mencakup keuangan dan psikologis.
Nasihat ketiga. Sebenarnya ini lebih cocok dibilang kritik ketimbang nasihat, karena yang memberi nasihat udah pegel keseringan menasehati. Datang dari orang yang lebih tua, sangat tua malahan jika dibandingkan dengan usia saya dan Ko Gaery. Kalimat yang keluar dari Opung (panggilan untuk pak Jongki Manalu) “Beban OPEX bulananmu terlalu tinggi nanti kamu akan kesulitan” Kalimat sependek itu syarat nilai filosopis karena terucap dari sosok yang pengalamannya cukup mentereng. Saya coba resapi makna kalimat tersebut dalam waktu singkat. Dan ternyata rasanya seperti sedang ditampar, perasaan campur aduk karena ternyata selama ini karena kebodohan ku 7Surga sulit sekali berlari, terlalu banyak ego yang diterapkan dalam menjalankan organisasi perusahaan.
Selepas meeting siang itu saya berbincang dengan ko Gaery Undarsa, memohon maaf atas ketidak pahaman saya atas penjelasan dan maksudnya. Saya akan sangat memahami dan memaklumi jika ko Gaery gregetan. Dalam waktu singkat ketika meresapi makna ucapan Opung saya pun sekarang memahami tujuan nasehat Ko Gaery :D.

KESEIMBANGAN OPEX, CAPEX DAN COGS SANGAT PENTING

Kesimpulannya adalah Keseimbangan antara OPEX, CAPEX dan COGS itu sangat penting. Kesalahan ku selama ini adalah ketimpangan antara OPEX dan COGS sangat besar. Kita bisa memetik pelajaran dari viralnova.com. Hanya seorang Scott DeLong dengan 3 orang freelancer mampu menjalankan viralnova.com, kemudian dijual dengan harga 100.000.000 $USD atau setara 1,3 Triliun rupiah (kurs 13.000) dalam waktu yang sangat singkat.
Saya tidak ingin menjelaskan berapa OPEX dari viralnova karena dari jumlah orang yang dimiliki dan mekanisme Delong menjalankan websitenya, udah bisa ditebak seperti apa OPEXnya.
Andai saya dapat nasehat seperti nasehat dari 3 orang diatas ditahun 2014 sejak 7Surga mulai berdiri, maka hari ini mestinya kami bisa berlari lebih kencang atau paling tidak kami setara dengan perusahaan-perusahaan sejenis. Nasi sudah jadi bubur, kini yang bisa dilakukan hanyalah evaluasi dan berbenah diri dengan modal ilmu yang masih sangat tipis. Dari kejadian ini pula saya merasakan begitu pentingnya ilmu manajemen dan seorang mentor yang bisa mentoel kita ketika sedang keluar jalur. BTW OPEX, CAPEX dan COGS browsing sendiri singkatan dan maknanya ya !
Advertisements

Leave a Reply