Advertisements

Tips Jitu Menghasilkan Jutaan Rupiah dari Menulis

Pernah nggak kamu bertanya-tanya, how come JK Rowling sang pengarang Harry Potter, bisa punya harta kekayaan yang sama banyaknya seperti Ratu Inggris. Atau Anastasia Siantar yang seorang fashion blogger, bisa punya banyak barang branded dan nyari uang dari ngeblog. Bingung kan lo? Jangan bingung, sini aku kasih tau kenapa bisa begitu 😀

Menulis itu bisa jadi profesi, bahkan memberimu income hingga jutaan rupiah bahkan milyaran lho! Tapi nggak sesederhana itu, ada banyak hal yang harus kamu ketahui tentang gimana bisa dapat uang dari ketik mengetik dan tulis menulis ini. Yang pertama, aku mau kasih tau tentang beberapa bidang menulis yang bisa kamu pilih berdasarkan interestmu:

Blogger

Kamu suka menceritakan aktivitasmu sehari-hari? Atau punya hobi tertentu dan pengen membaginya ke banyak orang? Ngeblog aja, selain berbagai pengalaman pribadi juga bisa ngasih wawasan dan ilmu ke orang lain loh. Ada banyak kategori blogger, contohnya aja nih: fashion blogger, beauty blogger, food blogger, travel blogger, techno blogger dan masih banyak lagi. Nggak sedikit juga yang rutin ngeblog tentang tips parenting anak, tutorial bikin kue, trik buat packing dan masih banyak lagi.

Anastasia Siantar (Fashion Blogger)

Anastasia Siantar (Fashion Blogger)

Apapun yang jadi interestmu, just blog it. Jangan lupa dilakukan dengan rutin, dan terus upgrade kualitas blogging baik dari sisi content, foto, layout blog, interaksi dengan pembaca dan masih banyak lagi. Hampir semua blogger berawal dari foto yang biasa, content yang standar, tapi makin hari makin bagus. Banyak lho orang yang berprofesi sebagai blogger dan incomenya sampai milyaran perbulannya.

Content Writer

Profesi ini lagi hits banget beberapa tahun terakhir. Perkembangan media online yang pesat, otomatis kebutuhan artikel juga bertambah banyak. Kalau kamu suka nulis apalagi seputar tips trik, news, what’s trend, content writer adalah bidang yang cocok buatmu. Enaknya nih, bisa dikerjakan dari mana saja (kalau freelance) atau cukup bermodalkan internet dan laptop/komputer udah bisa ‘nyari uang’.

Salah satu artikel yang aku tulis

Salah satu artikel yang aku tulis

Walau harga artikel untuk media online yang sebesar media cetak, tapi kuantitasnya lebih banyak. Jadi bisa untuk pendapatan rutin. Terlebih kalau kamu bisa menulis artikel dalam bahasa Inggris atau tema-tema yang jarang dikuasai orang lain, bisa jadi nilai artikelmu lebih mahal dan income juga pasti lebih tinggi.

Redaksi Majalah atau Koran

Jangan lupakan media cetak ini ya! Majalah dan koran yang terbit rutin juga selalu butuh konten bukan? Mostly, kualitas artikel/berita untuk dua media ini lebih bagus. Selain proses editorialnya lebih teliti, juga dalam pengerjaannya, waktunya nggak sesempit kalau jadi content writer di media online.

Bikin artikel untuk Majalah

Memang lowongan untuk di majalah atau koran nggak sebanyak di media online. Karena rata-rata nggak bisa dikerjakan secara freelance atau remote. Tapi kalau kamu berminat untuk menekuni dunia jurnalistik yang sesungguhnya, maka di dua tempat inilah yang paling tepat. Jika udah senior, bukan nggak mungkin kamu akan naik jadi editor in chief yang bertanggungjawab atas keseluruhan content di majalah atau koran yang kamu bimbing.

Scriptwriter

Semua cerita sinetron, film dan FTV nggak mengalir dengan sendirinya. Semuanya ada skenarionya dan tentu saja, ada profesi sebagai scriptwriter alias penulis skenario. Ini bidang yang ‘basah’ banget alias kesempatan untuk masuk ke sana sangat besar lho! Nggak cuma di cerita fiksi, acara talkshow, liputan gitu-gitu kan juga ada narasinya. Nah siapa hayo yang tulis kalau bukan scriptwriter?

Bayangin kalau skenario bikinanmu bakalan diperankan oleh Zac Efron, aw!

Penulis skenario memiliki basic yang sama dengan penulis fiksi. Bisa menceritakan sesuatu melalui rangkaian kata-kata secara mendetail sehingga yang membaca atau melihat bisa terbawa suasana. Butuh ketelatenan dan ketelitian tinggi untuk menggeluti profesi ini. Kenapa? Misalnya nih, kamu menceritakan tentang dunia kiamat. Tapi segala macam science things yang kamu masukkan, nggak masuk akal semua. Males banget kan akhirnya yang nonton? Walaupun fiksi, tetap harus logis, itu kuncinya.

Pendapatan sebagai scriptwriter juga cukup besar loh. Apalagi kalau kamu bikin skenario buat film box office atau sinetron yang tayang hingga ribuan episode #ups 😀

Penulis Fiksi

Siapa yang nggak kenal dengan JK Rowling dengan Harry Potternya yang fenomenal atau Dewi Dee Lestari yang melahirkan supernova series yang best seller itu. Jangan kaget, pendapatan mereka dari ‘berkhayal’ dan menulis itu buanyak banget lho!

JK Rowling and her masterpiece

Yaudah, aku ikutan nulis deh. Bisa, tapi resultnya belum tentu bisa kayak mereka. Simply logicnya: orang yang udah berenang tiap hari selama bertahun-tahun dan yang baru nyebur kolam hari ini, skillnya tentu beda kan? Begitu juga dengan jadi penulis fiksi.

Sama-sama berkhayal mengenai dunia sihir, namun JK Rowling bisa memberikan imajinasi yang sangat luas dan nggak terduga. Ia merajut satu demi satu plot Harry Potter dengan kesabaran, dan mengikuti alur yang telah direncanakan. Walau fiksi, akurasi juga perlu lho. Misalnya nih, nggak mungkin kan JK Rowling tiba-tiba bikin musuhnya mati gitu aja tanpa ada klimaks sebelumnya? Nggak seru dong. Nah, di situlah letak perbedaannya.

Nah itu dia beberapa bidang yang bisa digeluti untuk kamu yang suka menulis. Lantas apa kunci suksesnya? Secara keseluruhan dan umum, based by my experience atau dari mengamati keberhasilan orang-orang lain, kurang lebih seperti ini:

  • Konsistensi. Rutin menulis dan upgrade skill jadi hal yang paling penting. Nggak akan ada ceritanya, sekali menulis langsung bagus. Itu butuh diasah terus-menerus, seperti pisau yang makin hari makin lancip.
  • Fokus. Kalau memang ingin terjun total di salah satu bidang tadi, maka salah satu konsekuensinya adalah fokus. Misal nih kamu udah kerja jadi pegawai bank, tapi pengen nulis novel. Kalau ingin total dan bener-bener yakin bahwa jadi penulis novel adalah jalan hidupmu, ya resign. Kalau nggak gitu, keinginanmu nggak akan segera tercapai.
  • Belajar terus. Hari ini bisa menulis tentang kesehatan, besok bisa bikin artikel tentang teori kuantum. Beberapa waktu kemudian, bisa bikin fiksi yang berkisah tentang astronot. Yap, belajar terus itu penting. Agar tema tulisan nggak monoton berputar di hal itu-itu aja dan pembaca juga ketagihan membaca tulisanmu.
  • Jangan mudah menyerah. Udah susah payah bikin 1 tulisan, trus ditolak mentah-mentah. Duh gini amat sih jadi penulis! Hey…don’t give up! Even Thomas Alfa Edison kudu gagal sampe seribu kali baru bisa bikin lampu yang pas kan? Dicoba terus, upgrade skill terus. Efforts never lie!
  • Banyak baca, baca jalan-jalan, banyak nonton tayangan berkualitas, banyak teman dan ngobrol. Ini penting banget, karena pengetahuan nggak gitu aja jatuh dari langit, rite? Riset yang mendalam sering diperlukan loh. Contohnya aja untuk untuk skenario mengenai film seputar robot. Maka kamu harus bener-bener tau hal ini hingga mendetail dan valid bukan?
  • Investasi Untuk upgrading skill. Nggak bisa dipungkiri bahwa membeli segala macam buku, membayar tv berlangganan untuk melihat channel-channel berkualitas, bahkan explore langsung ke suatu tempat untuk merasakan secara real setting lokasi dalam tulisan yang kita buat itu menelan biaya yang banyak. Namun sebagai penulis professional, kamu harus berani investasi untuk upgrading skill. Termasuk ikut writing coaching, workshop dan masih banyak lagi. Jika itu bermanfaat untuk kemampuanmu jadi lebih baik, just do it.
  • Perluas Networking. Punya banyak kenalan itu banyak manfaatnya lho. Salah satunya adalah kamu bisa mendapatkan narasumber untuk bahan menulismu. Contohnya kayak Ika Natassa, penulis best seller satu ini mewawancarai sahabat-sahabatnya yang punya profesi seperti tokoh yang ia gambarkan agar terasa lebih nyata. Nggak hanya itu, dengan banyak kenalan maka jalanmu untuk menuju kesuksesan juga makin besar. Misalnya kamu ingin jadi scriptwriter, trus temanmu adalah orang yang bekerja di PH. Kamu boleh minta tolong dia untuk bantuin cari jalan untuk masuk jadi salah satu penulis skenario di sana.

Aku sendiri jadi content writer udah 2 tahunan ini. Mulanya bener-bener belajar dari nol dan rasanya mau nangis aja tiap bikin salah. Adaaa aja, yang typo lah cara penulisan ga bener lah apalah. Tapi nggak mau nyerah gitu aja. Setelah 2 tahun, sekarang udah Alhamdulilah udah settle di bidang ini, bahkan udah bisa kasih kritik saran buat teman-teman yang baru belajar menulis artikel.

Time will tell, your efforts will show the result. Good luck!

Advertisements

Leave a Reply