Advertisements

Lima Hal Ini yang Membuat Artikel Viral dan Laris Manis di Facebook!

Suka patah hati ya kalau sudah nulis konten di media dengan sepenuh jiwa raga, lalu pas dipromo eh ternyata hasilnya biasa-biasa aja.

Well, tunggu. Jangan minder dulu, Bung. Coba diintip lagi, mungkin masih banyak PR yang perlu dibenahi dalam teknis penulisan sampai delivernya di Facebook. Let’s check these five 😀

1. Judul Klik-able dan Membekas di Hati

Orang-orang Facebook suka banget dengan judul yang to the point, dekat dengan kehidupan sehari-hari, tren yang masih hangat dan membara, atau bahkan yang menarik seperti member JKT48 apalah Intinya, buat artikel dengan judul yang catchy.

Panjang judul idealnya 8 kata, yang kalau disambung-sambungin itu efeknya melesat bagai -anak panah yang datang dari mata lalu turun ke hati-. Teori apa ini? Iya betul, cinta. Kalau judul sudah bisa bikin jatuh cinta, nggak susah menarik perhatian user untuk ngeklik artikel tersebut atau sekedar memberi like.

2. The Power of Feature Image/Headline (Biar Gambar yang Berbicara)

Gambar itu bisa menyampaikan beribu pesan tanpa kita harus banyak bicara. Maka, pakai deh feature image atau headline yang powerful, punya pusat perhatian, lebih bagus lagi kalau bisa bikin caption yang menarik.

Kalau judul nggak bisa menarik hati, gambar bisa mengatrol dan menyampaikan pesan yang tak terjangkau oleh kata-kata. Di sini kepekaan dan sense seorang penulis artikel dan editor dibutuhkan.

3. Menggaet Interaksi dengan User

Membuat tulisan yang bisa membuat pembaca berkomentar itu sangat menantang. Tapi intinya sih tulisan itu punya feel yang kuat. Kalau kita paham apa yang kita tulis, maka greget dari tulisan itu akan terpatri dengan sendirinya.

berita di Facebook

Coba deh amati, tulisan yang mengharukan atau yang bikin gemesh pasti lebih sering dapat komentar dan jempol, bahkan share. Juga bisa lebih akrab dengan user atau pembaca, misalnya tanya pendapat mereka, atau buat sebuah kalimat pamungkas yang memancing reaksinya. Misalnya: Meski kita banyak protes, bukankah sebenarnya masalah itu datangnya dari sikap kita juga? Mari kita renungkan.

4. Topik Tulisan

Konon, derajat tertinggi sebuah tulisan dianggap bagus dan laris adalah ketika dia di-share banyak orang. Artinya tulisan itu layak untuk dibaca dan sebaiknya lebih banyak orang yang membacanya.

Topik tulisan nggak hanya menarik, tapi juga berkualitas. Tulisan yang masih trending, bagai ikan segar yang baru diambil dari laut, alias akan laris manis. Tapi di jagad maya, ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Topik hoax atau yang belum jelas kebenarannya aja bisa hits dan ramai sharenya di Facebook.

Tapi sebagai penulis yang bermartabat dan terpelajar, marilah berinvestasi akan kebaikan dalam tulisan. Tulis hal yang baik, yang layak dan yang perlu diketahui orang. Jangan cuma tergiur traffic yang tinggi, melainkan buat tulisan yang ‘jenius’. Di mana maksudnya sederhana, tapi bisa memberikan efek yang luar biasa.

5. Wording sang Mimin

Bisikkan pada Mimin alias si Admin Fan Page agar memberikan wording yang efektif. Dalam hal ini, teamwork adalah kuncinya. Karena pada akhirnya, eksekusi di tangan adminlah yang akan membuat artikel tersebut -kalau kata Sheila On 7- melompat lebih tinggi. Siapa sih yang nggak ingin tulisannya hits?

Pilihan wording atau kata-kata yang persuasif, bikin penasaran, mengaduk-aduk perasaan, akan mengusung artikel pada kesuksesannya (dan penulisnya). Dan jangan panjang-panjang, because sometimes, less is more.

Tulisan yang bagus itu oke, tapi tulisan bagus dan banyak yang baca, itu baru keren namanya.

Advertisements

Leave a Reply